Rabu, 19 Agustus 2015

AGROWISATA TAMBI, KEBUN TEH PENUH PESONA DI WONOSOBO

perkebunan teh Tambi - Wonosobo
Ingin menikmati udara sejuk, bebas polusi serta pemandangan hijau di kota Wonosobo? Mampir saja ke perkebunan teh Tambi yang berada di lereng gunung Sindoro sekitar 1400 meter di atas permukaan laut. Tepatnya di Kecamatan Kejajar Kabupaten Wonosobo. Di tempat ini kita dapat menikmati berbagai paket wisata seperti teawalk, outbond bahkan bagi para wisatawan dari luar kota tersedia penginapan berupa pondok-pondok yang dapat disewa.

pemenang NJF 2015
Aku sendiri berkesempatan mengunjungi perkebunan teh Tambi setelah sebelumnya dinyatakan sebagai pemenang lomba menulis artikel kategori pelajar NJF 2015. Bersama para pemenang lomba foto serta video kami mendapat hadiah berjalan-jalan ke tempat yang menawan ini.

jalan menuju kebun teh Tambi
Sebelumnya para pemenang diminta untuk berkumpul di halaman bioskop Dieng yang letaknya dekat sekali dengan rumahku. Sesuai jadwal aku tiba jam 7 pagi tetapi karena ada peserta yang belum datang, keberangkatan yang seharusnya pukul 07.30 terpaksa mundur. Meski begitu perasaan lelah karena menunggu peserta lain menjadi sirna ketika menatap pemandangan sepanjang perjalanan Wonosobo hingga Tambi. Pepohonan di sisi kiri dan kanan serta pegunungan sebagai latar belakang membuat perasaanku menjadi tenang.

area depan pabrik teh Tambi
Bersama Mbak Wening, Pak Erwin serta tim NJF kami berangkat dengan 2 mobil. Perjalanan sangat lancar meski cukup ramai karena bertepatan dengan hari libur. Sayangnya mobil yang aku tumpangi mendadak mogok setelah sopir berhenti sejenak untuk membeli rokok. Beruntung setelah didorong mobil  kembali melaju. Hingga kami bisa sampai di perkebunan teh Tambi.

Pabrik Teh Tambi
Di tempat ini kami disambut dengan ramah oleh Pak Puji yang bertugas sebagai guide. Karena proses di pabrik sudah hampir selesai, Pak Puji menyarankan agar kami lebih dulu mengunjungi pabrik sebelum nantinya berkeliling kebun teh.

melihat proses pelayuan daun teh
Pak Puji membawa kami menuju area pelayuan. Di tempat ini kami diperlihatkan bagaimana daun teh pertama kali diolah. Setelah itu berturut-turut kami mengunjungi ruang-ruang lainnya dimana tampak para pekerja sedang sibuk memproses daun teh. Akan tetapi semua kesibukan tersebut hanya bisa kita lihat dari kaca luar.

proses pembuatan teh yang hanya bisa dilihat dari luar kaca
Mungkin agar para pekerja tidak terganggu. Selain itu jika para pengunjung diperbolehkan masuk pastilah proses pengolahan teh menjadi tidak steril lagi.

contoh-contoh teh
Dari keterangan Pak Puji aku jadi tahu kalau teh ini tidak hanya dijual di dalam negeri. Akan tetapi pembeli dari negara lainpun banyak yang berminat membelinya. Tentunya dengan standar yang telah ditentukan oleh mereka. Setelah diberi label juga ditambah dengan bahan lainnya, ketika dijual kembali ke Indonesia harga teh tersebut jadi berlipat ganda. Sayangnya banyak dari kita yang tidak tahu kalau teh dengan merk dari luar negeri yang mereka konsumsi itu sebenarnya berasal dari pabrik teh Tambi yang berada di Kabupaten Wonosobo ini.

Pak Puji memperagakan cara memetik daun teh
Selesai melihat proses pembuatan teh Pak Puji mengajak kami ke kebun teh yang mengelilingi seluruh pabrik. Sayangnya saat kami datang para pekerja telah selesai memetik daun teh. Beruntung Pak Puji mau mendemontrasikan cara-cara memetik daun teh.

berkeliling kebun teh
Sambil dipandu oleh Pak Puji kami kemudian berkeliling kebun teh yang amat luas ini. Tanamannya yang hijau dan rapi sungguh amat mempesona. Dan ternyata tanaman teh ini aslinya tidak sependek yang kita lihat selama ini. Hanya agar proses pemetikan bisa lebih mudah, maka tanaman-tanaman teh tersebut harus selalu dipangkas hingga tingginya tidak lebih dari 1 meter.

jalanan di seputar kebun teh Tambi
Oya, meski kami datang di tengah-tengah musim kemarau namun tanaman tehnya tetap menghijau. Hingga rasanya hati terasa sejuk saat menatapnya. Karena perjalanan mengelilingi kebun teh ini cukup jauh sebaiknya kita mengenakan pakaian santai dan sepatu yang nyaman.

pondok-pondok yang bisa disewa oleh pegunjung
Selesai berkeliling kebun teh, kami diajak masuk kembali ke area pabrik dari pintu belakang yang langsung menyambung ke pondok-pondok wisata. Selain pabrik dan kebun teh masih ada area bermain anak, kolam juga taman yang bisa kita nikmati.

taman agrowisata Tambi
Akhirnya selesai sudah kami berkeliling agrowisata perkebunan teh Tambi yang sangat luas ini. Dan sebagai pelepas penat serta haus, pihak agrowisata telah menyediakan teh hangat khasTambi serta berbagai gorengan. Diantaranya tempe kemul yang merupakan makanan khas Wonosobo.

Konnichiwa, Jepang! ikutan mejeng di Tambi
Makasih banyak Mbak Wening, Pap Erwin dan tim NJF 2015 atas kesempatannya mengajak aku teawalk di perkebunan teh Tambi, Nah, jika temen-temen berkunjung ke Wonosobo jangan lupa mampir ke agrowisata perkebunan teh Tambi, Kejajar, ya :)


Kamis, 13 Agustus 2015

SAYEMBARA CERITA PENDEK ANGKA 1 - 30 DARI FANTASTEEN


Halo temen-temen yang punya hobi menulis, Fantasteen kembali mengadakan sayembara menulis cerita pendek. Kali ini mengambil tema ANGKA 1 - 30. Sebelumnya baca dulu syarat lengkapnya di bawah ini, ya.

PERSYARATAN :

1. Cerita harus mengangkat tema salah satu angka dari 1 - 30 
   Contoh : Misteri Kamar 27, Simponi No. 16
2. Cerita berlatar dunia remaja
3. Format tulisan :
  • Panjang cerita 3-5 halaman
  • Ukuran kertas A4
  • Jenis huruf Times New Roman atau Calibri, ukuran huruf 12 pt
  • Margin tulisan 4-4-3-3 cm (kiri-atas-kanan-bawah)
  • Nama file : Judul - Nama penulis (contoh : Misteri Kamar 22 - Laudya Cyntia)
4. Sayembara berlaku untuk umum, tidak ada batasan usia
5. Naskah dikirim melalui email ke alamat : naskahPBC@gmail.com
   dengan subjek email : Fantasteen Angka
6. Naskah dikirim beserta biodata lengkap
   (Nama, Alamat, No. Telp/HP, alamat e-mail)
7. Naskah diterima paling lambat tanggal 11 September 2015 pukul 12. 00 WIB

Yuk, kirim segera naskahnya biar enggak terlambat.

RESENSI BUKUKU HOLIDAYLICIOUS KONNICHIWA, JEPANG! DI KORAN KOMPAS MINGGU



Buat temen-temen yang belum baca bukuku seri Holidaylicious "Konnichiwa, Jepang!" bisa baca resensinya yang dimuat di Kompas Minggu ini.